Donnerstag, 15. Mai 2014

Maka Aku Harus Segera Bangun




Ah ... kehidupan selalu berputar dan berganti
saat satu melatik terpetik tiba-tiba melayu
cepat lenyap wewangian dihembusan bayu
seteguh apapun tergenggam semakin sirna
didalam diamku terbayang helai demi helai
gugur jatuh lenyap dihembus angin senja
semula berkilau ditimpa mentari pagi hari
segar ranum disiram tetesan embun pagi
berayun gemulai dihembusan angin sepoi
kini semua hilang dihempas badai bencana
demikian pula dengan rayuan gombalanmu
menghentak menyadarkan aku akan makna
bahwa kesetiaan adalah yang sangat sakral
mana mungkin kutemui di sembarang tempat
betapa bodoh dan gegabahnya bermimpikan
merindu bulan purnama di depan jendelaku
hem ... kidung bhagawat gita tak mungkin ada
dalam taman yang kerontang tanpa kesuma
dingin ini menyadarkan aku sedang dimana
 
(ad) - 16.09.13

Siapa Suruh Datang Jakarta ?




Seiring dingin sejuk embun dini hari
bersiap berpacu laju berebut waktu
menyusur kelengangan semu Jakarta
 
menyongsong butiran asa kehidupan
disini hari demi hari berbaur padu satu
dalam lingkaran tanpa berbelas kasihan
aroma perebutan demi secuil kehidupan
tanpa peduli pada hukum sebab-akibat

tawa-ria berbaur dengan duka nestapa
iringi persahabatan dalam cium Yudas
ketulusan tergadai dalam kemas rebutan
klakson berteriak demi perebutan ruang

akan segera sepi menjadi hiruk-pikuk
senyuman berubah menjadi ''monster"
anomali bahwa semua insan berlomba
datang untuk mengadu keberuntungan

tinggalkan kesederhanaan dibelaian bunda
dalam tegur sapa persaudaraan a la Kabayan
mengejar asa dalam saputan fata morgana
bermuara sesal tapi enggan pulang ke desa
 

(ad) - 26.09.13


Mittwoch, 14. Mai 2014

Panca Indra


Segumpal awan
bergerak di angkasa
ingin sekali turun kebawah
memperhatikan bumi dengan cermat
alam yang indah
manusia hidup bahagia
ku tak ingin hidup diangkasa sendiri
ku ingin menghirup
merasakan
menyentuh
mendengar
melihat
dan menjalankan hidup
apa artinya ’cinta’ ?
dan
kapan mereka harus menangis ?
bersinarkah matahari untuk semua ?
mengapa mereka lelah, mengapa mereka perlu uang ?
bagaimana mereka belajar bicara, bagaimana mereka bekerja ?
haruskah manusia meninggal, pernahkah air keruh ?
bisakah burung berkotek, dan sehatkah tertawa itu ?
pertanyaan awan banyak sekali
dan menunggu jawaban
tiba-tiba ku dengar burung berkicau
ku buka mataku dan terkejut
manusia atau awankah aku ?
apa yang telah terjadi denganku ?
dapatkah aku melihat langit dan bumi ?
hm … ku lihat sekelilingku
sekarang, ku rasa jelas
bahwa tadi hanya mimpi
apa yang awan inginkan
telah diberikan kepadaku
terima kasihku ya Gusti, Maha Pencipta
untuk panca indra dan arti dari hidup ini



Indriati See - Hofheim im Ried, 09 Pebruari 2011

Datangkah Semi Itu ?





Kekasihku, 
pandanglah langit biru tanpa awan
dengarlah kicauan burung, simfoni alam
rasakan semilir bayu, merasuk sukma
perhatikan kecambah, meruak bahagia 
ributnya serangga, memberi salam 
hm … harumnya rumput …
hangatnya Surya …
bahagianya sukma …
bebasnya raga …
harapan …
perhatian …
belaian …
kasih …
tawa …
tangis …
cinta …
yang akan datang dariNya untuk kita
maka bisikku; "aku cinta padaNya dan juga padamu"

Indriati See - Hofheim im Ried, 16 Januari 2011

Published in Kompasiana






Damai Dalam DekapNya




Setapak di ujung ketinggian
dalam tatapan penuh Iman
di setiap detik detik waktuku
hanya berhias kedamaian
dalam buih asa menjulang
dalamNya kuyakin kukuat
lintasi rahasia rancangan
hatiku kuat
pikirku jernih
jiwaku tenang
hidupku pasti
bersamaNya
aku teguh
SELAMANYA

(ad) - 12.05.14

Gubuk Cinta



Siang menjelang sore kudengar
tentang mercusuar goeboek tjinta
betapa luhur tatapan ke depan itu
"memanduku" untuk berpacu kembali
aku terima tantangan adrenalin hati
saat aku sudah merasa nyaman disini
rupanya sang musafir belum boleh henti
masih harus meniti titian langkah perlahan
di hamparan rerumputan semerbak mewangi
di setiap detik detik waktu yang masih tersisa
kuingin torehkan tato di lengan goeboek tjinta
semoga bermakna sebagai prasasti hati kita
di ujung usia yang mulai melambat di lintasan
PEGANGLAH TANGANKU YA TUHAN
(ad) - 14.05.14

Music